Take The Crap Out!

Aku harus membuat pengakuan: hari Minggu malam nonton Take Him Out dari awal sampai tamat.

Haha…!

Penasaran, sih, soalnya Mama ternyata penggemar acara ini (Come on…. Mama? Yang benci sinetron dan ngefans sama film-filmnya Steven Seagal suka acara kayak begini???). Jadilah abis magrib, pas ngoprek remote tv nemu acara ini, aku mantengin sampe tamat (ternyata acaranya lama amir, yak?).

Sebenarnya aku pernah nonton yang versi Take Me Out, dulu banget, pas acara ini baru booming. Kalo ga salah, waktu itu aku baru turun dari pendakian Gunung Ciremai. Sambil menunggu kelompok lain yang masih apruk-aprukan di jalur turun Palutungan, kami istirahat di sebuah warung makan di dekat bumi perkemahan. Televisi 14″ yang tersedia di warung sedang menayangkan acara ini.

Saat itu, aku langsung mengambil kesimpulan, acara ini cuma lucu-lucuan untuk mendapatkan hadiahnya aja, bukan benar-benar untuk mencari pasangan hidup. Mana mungkin, sih, keputusan memilih pasangan bisa ditentukan lewat performance beberapa puluh menit aja? Lagipula pesertanya muda-cantik-seksi atau muda-ganteng-mapan, kayak audisi pemain sinetron jadinya.

Tapi, setelah menonton episode kemarin, kelihatannya ada perubahan kecil. Wanita single-nya cukup matang, ada yang berumur 30 dan 36 tahun. Sepertinya mereka memang serius ingin mendapatkan tambatan hati.

Suatu saat, seorang wanita single akan keluar, didahului tarian khas Sumatera Barat. ‘Waw, cewek Padang biasanya cakep-cakep, nih,’ pikirku. Abisnya temen-temenku dari sana emang cantik-cantik, sih. Ketika pintu diangkat, seorang wanita dibalut pakaian pengantin perempuan khas Padang keluar.

Dan beberapa orang di antara pria single yang berjejer itu langsung nyengir. Cengiran yang ga enak dilihat karena aku sudah tahu apa yang mereka pikirkan.

Wanita manis berkacamata yang baru keluar itu tubuhnya memang tidak bisa dikategorikan langsing. Tapi menurutku dia manis, dengan sorot mata memancarkan kecerdasan dan kepercayaan diri yang kuat. Kulitnya bahkan lebih bagus dariku yang butek ini. Dan dia seorang penulis! Penulis yang telah mengeluarkan tiga buah novel (sayang, tidak disebutkan judul-judulnya dan hanya ditampilkan nama panggilannya aja).

Yang menyakitkan, seluruh pria single langsung mematikan lampunya tanpa memberinya kesempatan. Dua pria yang ditanya memberikan jawaban dangkal yang ga logis.

What a crap!

Kenapa, sih, laki-laki selalu menjadikan fisik sebagai patokan pertama dan (mungkin) utama? Maksudku, wajar memang menyukai keindahan, toh aku juga bakalan happy punya pasangan seganteng Orlando Bloom. Tapi, kenapa tak mau memberi kesempatan pada kami, para perempuan yang dikarunai fisik tak seindah yang lain?

*tarik dan hembuskan nafas untuk menenangkan esmosi jiwa* šŸ˜€

Owh, aku kagum banget sama wanita single tadi. Kalo aku yang berdiri di panggung itu, langsung ditolak semua pria disaksikan penonton di seluruh negeri, air mataku pasti sudah berderai-derai tanpa bisa ditahan. Tapi dia tetap mengendalikan emosinya (meskipun suaranya sudah bergetar, sih -entah karena sedih atau marah atau keduanya). Dia mengatakan, bahwa dulu dia pun sempat minder dengan bentuk tubuhnya dan berusaha keras untuk mengubah itu. Lama-lama dia menyadari bahwa ‘inilah yang dikaruniakan Tuhan kepada saya dan saya harus menjaganya dengan baik’. Dan dia yakin, kelak akan ada seseorang yang bisa menerimanya apa adanya. *standing applause for her*.

Lucunya, wanita single terakhir melakukan performance dengan menyanyikan lagu ‘Beautiful’-nya Christina Aguilera.

I am beautiful no matter what they say
Words can’t bring me down
I am beautiful in every single way
Yes, words can’t bring me down, oh no
So don’t you bring me down today

Oh, yeah!

Sekarang pun aku sudah berhenti ngelamun di depan kaca sambil mikir, ‘mungkin kalau hidungku lebih mancung, kulitku putih, bertulang pipi tinggi, bibir tipis, bla… bla… bla… aku ga bakal sendirian kayak sekarang…’ (owh, my, dangkal banget ya! Pemikiran yang memalukan).

Yang penting mah, aku terus berusaha jadi sebaik-baiknya perempuan. Biar dibilang jelek, item, pendek, ih sabodo amat! Cinta sejati yang berasal dari Tuhan ga akan tertipu oleh penampilan, koq! Dan aku mengamini kata-kata Brandi Snyder:

To the world you may be just one person, but to one person you may be the world

I’ll just wait for that someone to come and take me out of this ‘single zone’. Hahay! šŸ˜€

Have a nice day, everyone!

Advertisements

6 thoughts on “Take The Crap Out!

  1. Hmmm …
    Mungkin saya bukan orang yang tepat untuk berkomentar …

    namun kalaupun boleh berkomentar …
    tingkah orang yang ada di podium itu agak bagemanaa begitu …
    saya melihat kok sepertinya motifasi mereka kesana itu bukan untuk mencari jodoh … tetapi hanya ingin sekedar eksis dan disorot kamera …
    dengan harapan ada produser sinetron menonton mereka

    Once again … ini pendapat pribadi …
    dan saya bisa salah …

    salam saya

    • Iya… iya… setuju sama pendapat Om Nh…

      Sayangnya, saya juga berharap beberapa dari mereka sedikit ‘berakting’ untuk memberi kesempatan pada gadis itu, setidaknya hingga di ronde kedua *dasar mellow* šŸ˜€

  2. CaLiWa says:

    DIkau masih single karena ke-“Perfeksionis-an” mu ntu loh, jadi pd minder mo dekat2, aku aja atut hehehehe.. *berusaha memojokkan*

    • Aih, we, standar perfeksionisku sebenernya udah jauh berkurang… Eh, tau2 digembleng lagi sama bos yang perfeksionis juga, hahaha… Nasib…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s