The Holiday

Halo teman-temanku tersayang… πŸ™‚

Libur akhir minggu biasanya ngapain aja? Jalan-jalan, makan di luar, atau hanya santai di rumah bersama keluarga? Atau malah lembur? πŸ˜€

Tiap weekend, aku lebih sering menjadi Bridget Jones di awal cerita: bangun siang, memakai piyama seharian, belanja cemilan, makan makanan-kalori-tinggi-bergizi-rendah dan nonton pilem semalam suntuk.

Apa aku tambah gendut? πŸ™‚

Tapi, kadang aku juga melakukan hal-hal yang lebih berguna: ikut ke pengajian, nyusahin Bu Eko dengan menjadi tamu tak tahu diri (makan-minum-nonton pilem gratis, ngelaundry pakaian di mesin cucinya dan gangguin si kecil Eilen sepuasnya :D), sok sibuk di mini-garden depan kamar atau… ke kantor. Pak Satpam sampai hafal namaku saking seringnya aku ngembaliin kunci ruangan kantor malam-malam.

Well, Hari Sabtu kemarin, aku jadi Bridget Jones lagi, hehe… Dan nemu pilem berjudul ‘The Holiday’ di TransTV. Film ini ‘cewek’ banget, ceritanya bernuansa chicklit. Jadi, para cowok mungkin tak akan suka.

Aku pernah nonton ini sebelumnya, sih, kira-kira dua tahun yang lalu. Saat nonton lagi, masih tetap lucu dan sweet, tapi ada ‘rasa’ yang berbeda. Mungkin karena aku ternyata mengalami yang dialami tokoh utama wanitanya. You know what i mean lah…

Kau tidak seharusnya berteman dengan pria yang selingkuh darimu.

Adalah salah satu nasihat teman sekantor Iris Simpkins (Kate Winslet) yang tinggal di Surrey, Inggris. Uh, been there, done that! Apalagi jika kamu merupakan cewek yang memiliki sifat seperti Iris: smart, baik hati, nggak-tegaan dan selalu ingin menolong. Tipe seperti ini akan terus dimanfaatkan oleh si tukang selingkuh untuk kepentingannya sendiri. Padahal pria itu sudah jelas-jelas tak mau memilih Iris dan bertunangan dengan wanita lain.

(Koq dulu aku nggak merhatiin pilem ini baik-baik ya? T_T)

Di belahan dunia yang lain, ada Amanda Woods (Cameron Diaz) yang memiliki sifat bertentangan dengan Iris: kuat, mandiri, mapan dan… nggak bisa nangis! (Haha… aku bahkan lupa bagian ini! Tapi, alhamdulillah, sekarang produksi air mataku sudah normal kembali. Liat berita aja bisa nangis sendiri :-P). Setelah memergoki pacarnya selingkuh dan kemudian mengusirnya, Amanda mati-matian berusaha mengeluarkan air mata, tapi teteup ga bisa.

Kedua lajang cantik yang sedang patah hati ini kemudian bertemu di dunia maya dan sepakat saling bertukar rumah hingga liburan natal berakhir. Rumah Iris bak pondok kayu di negeri dongeng dengan lokasi agak terpencil. Sementara rumah Amanda di LA sangat mewah dan berada di lingkungan elit. Kedua gadis yang tak saling mengenal ini sama-sama berharap, tinggal lingkungan baru selama beberapa hari mungkin bisa membuat mereka terlupa akan persoalan cintanya barang sejenak.

(Program tukeran rumah kayak gini emang beneran ada ya? Mau dunk…)

Meskipun ceritanya ringan, tapi nggak kacangan, koq. Setting Inggris yang kelabu dan bersalju dibuat kontras dengan cuaca LA yang selalu panas. Sama kontrasnya dengan dua tokoh utama wanita yang tengah berusaha untuk mengobati luka hati masing-masing. Konflik yang mereka alami akhirnya menyatukan mereka di sebuah akhir yang bahagia. Kalo mau lihat resensi lengkapnya silakan baca di wiki.

Yah, kita memang tak bisa berharap hidup akan berbalik bahagia sesingkat jalan cerita di pilem. Hari ini patah hati, seminggu kemudian udah punya gandengan baru yang good looking plus jauh lebih baik dari pasangan sebelumnya. Owh, please, naif banget deh…

Tapi novel chicklit dan pilem komedi-romantis seperti ini selalu berhasil menghiburku. Bahwa ‘cewek single dengan berjuta masalah’ adalah sebuah klub besar yang anggotanya berada di seluruh dunia. Yeah, kau tak sendirian, babe! Dan satu persatu anggota klub ini akan keluar setelah menemukan cinta sejatinya masing-masing. It’s only a matter of time.

Walaupun, setelah itu kau akan masuk ke klub lain bernama ‘ibu rumah tangga dengan berjuta masalah’, hahaha… πŸ˜€ Begitulah hidup. Selalu seru untuk dijalani!

Jadi, sudah ada rencana liburan weekend berikutnya? Yang jelas, aku ga akan jadi Bridget Jones lagi minggu ini, soalnya aku akan mengikuti acara seminar yang diselenggarakan sebuah majalah wanita di Bandung.

Yup, aku pulang lagi! Kali ini dengan lebih percaya diri. Hahay!

Advertisements

11 thoughts on “The Holiday

  1. CaLiWa says:

    Akhirnya ditulis juga, dari kemaren penasaran mo ditulis seperti apa cerita tentang si ‘The Holiday’. Emang kalo udah ngalami baru kerasa ‘mood’ cerita dan tokohnya. Ahay, bedewei enewei baswei, apa yang aku jalani malah kebalikan nasehat si sobat Iris.

    • Wkakaka… Jadi inget pilem ‘Snakes on The Plane’ yang kita tonton bareng waktu kuliah dulu… Ga perlu ngalamin juga udah kerasa mood ngeri-nya πŸ˜€

      Oh ya? Emang wewe ngejalaninnya gimana? *kura2 dalam perahu* πŸ˜€

      • CaLiWa says:

        Duh kalo itu sih ga usah ditanya, langsung kebayang kalo ada ular berkeliaran di bawah kursi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s