Stadion Jalak Harupat

Sebenarnya lagi males ngaku sebagai bobotoh, heuheu… Prestasi Persib Bandung akhir-akhir ini memang sangat menyedihkan, hingga pelatih Persib Jovo Cuckovic akhirnya resmi dipecat karena sejak awal Liga tahun ini bergulir, Persib cuma bisa menang satu kali aja waktu lawan Persiba Balikpapan (itupun aku diejek temenku di Balikpapan karena Persiba sengaja mengalah sebagai kado ulang tahun Kota Bandung, hehe… :D).

Nah, yang menyedihkan bukan cuma prestasi Si Maung Bandung, tapi juga stadion Siliwangi yang sementara ini jadi basecamp-nya. Aku pernah tuh dapet mata kuliah olahraga di situ, kondisinya ampyun deh… Lapangannya becek dan bolong-bolong. Kalo nendang bola di situ kayaknya lajunya ga bakal mulus tapi bakal lompat-lompat karena lapangannya ga rata :D.

Selain itu, karena letaknya di tengah kota, suka bikin dag-dig-dug-der kalo Persib lagi maen di Stadion Siliwangi… Bukan apa-apa, oknum bobotoh ada yang masih berlaku norak dengan berpikir merusak fasilitas umum itu sepertinya terlihat keren (please, dweeeh…). Dulu, kalo Persib lagi tanding, aku yang bersekolah di Jalan Belitung dengan posisi lumayan dekat dengan stadion suka kena getahnya. Selain macet, angkot pada ‘menghilang’ karena ga mau ambil resiko dirusak oknum, jadinya terpaksa jalan kaki dulu sampe ketemu angkot lagi….

Sebenarnya Persib sedang menunggu selesainya pembangunan stadion di Gedebage yang konon akan bertaraf internasional (tapi ditunggu-tunggu koq ga selesai-selesai yaaa… :D). Persib juga sempat berbasis di sebuah stadion lagi milik ‘saudara kandung’-nya Persikab Kabupaten Bandung yang lebih baru dan megah. Nah, stadion inilah yang aku kunjungi waktu mengantongi ‘izin bebas’ sebagai tukang sablon beberapa waktu lalu.

Namanya Stadion Jalak Harupat yang terletak di Soreang, ibu kota Kabupaten Bandung, dan cuma berjarak sekitar 10 menit dari rumah sepupuku :). Nama ‘Jalak Harupat’ sendiri diambil dari julukan salah satu pahlawan nasional asli Bandung yaitu Oto Iskandar Di Nata. Jalak Harupat berarti ‘burung Jalak yang tajam lidahnya’ – dijuluki demikian karena Oto sering melontarkan kritikan pedas kepada pemerintah Belanda di Volksraad.

Stadion Jalak Harupat mulai dibangun tahun 2003 dengan menelan biaya sekitar 70 milyar… (ah, masih lebih banyak duitnya gayus :-P). Luas bangunannya 28.177 m², luas lapangan sepakbola 7.500 m², luas lansekapnya 13.000 m² serta tribun yang mampu menampung 27.000-40.000 penonton. Rumputnya dari jenis zoyzia matrella lin mer yang bisa meminimalkan cedera pemain bola.

stadion masih dalam perbaikan untuk PORDA

dilengkapi electronic scoring board

'rolade' rumput yang belom dipasang 😀

Stadion ini tadinya disiapkan untuk pertandingan-pertandingan yang berskala internasional. Namun, ternyata masih banyak yang harus dibenahi. Meskipun bangunannya kokoh dan rumputnya lebih baik, fasilitas-fasilitas pendukungnya belum memenuhi syarat. Salah satu fasilitas yang paling banyak mendapat protes adalah toiletnya yang tak terawat (ewhhh… kebayang deh joroknya… >.<). Tempat duduk penonton juga masih berupa 'tangga', bukannya deretan kursi seperti laiknya sebuah stadion bertaraf internasional.

Selain itu, tidak adanya penginapan terdekat yang bagus serta akses jalan raya menuju stadion juga cukup sempit, membuat para ‘tamu’ jadi kurang nyaman untuk bertanding di sini.

Tapi, satu hal yang aku suka adalah lingkungannya yang masih asri. Sambil duduk di tribun, memandangi siluet kehijauan perbukitan di sekitar stadion cukup menyegarkan. Udaranya juga relatif masih bersih ^_^.

perbukitan hijau di latar belakang ^_^

Mudah-mudahan aja setelah dibenahi, stadion ini bisa lebih baik perawatannya dibanding sekarang. Aku yakin, dukungan fasilitas yang baik akan mendorong para atlet untuk berprestasi lebih baik lagi. Semoga.

Advertisements

23 thoughts on “Stadion Jalak Harupat

  1. Hahaha… Bobotoh yang kuciwa jadi males mendukung lagi, sampe para pemainnya mengusung kalimat, ‘Where are you when we lose?’ 😀

  2. Wah …
    Megah juga ya Stadionnya …
    Semoga cepat selesai perbaikannya
    sehingga iklim olahraga di Jawa Barat … dan Bandung Khususnya akan semakin semarak …

    Salam Saya …

    (Waw … SMA nya di Belitung yeuh ? Keren euy …)

  3. Ehm …. duit Gayus kayaknya bukan cuma 75 milyar yang dipublikasikan itu lho … (berarti dia bisa bikin Sadion Gayus ya … 😉 )

    Biasa …. dimana-mana, yang namanya toilet tuh pastiiii kumuh dan jorok. Hmh, harus siap mental deh kalo masuk ke sana (kecuali toilet di hotel bintang, resto, dan mall, bersih dan wangi … )

    • Hahaha… Bunda Tuti bisa aja… stadion gayus… ga gayus ah… 😀

      Iya, ya, Bunda… Ga cuma toilet, kadang musholanya juga sama kumuhnya 😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s