Hapehate

Zaman dahulu kala :), aku pernah mengikuti sebuah praktikum yang melibatkan alat bernama HPHT Filter Press. HPHT merupakan akronim dari High Pressure High Temperature. Alat ini membantu kami untuk mengetahui sifat-sifat fisik lumpur dan pengaruh lain (seperti penambahan zat aditif tertentu) sesuai kondisi suhu dan tekanan di lapangan.

Udahan dulu meracaunya…

Sekarang, tentu saja, aku tak lagi berurusan dengan hal-hal berbau lumpur 😀 Tapi istilah HPHT ini tetap tinggal dalam ingatan. Pertama, karena alat ini sangat melegenda bagi para mahasiswa dengan resiko ledakannya. Langit-langit laboratorium yang tingginya sekitar 6 meter dihiasi sebuah noda raksasa yang konon diakibatkan ledakan saat angkatan ’97 melakukan praktikum 😀 Kedua, karena alat ini membutuhkan waktu yang amat-sangat-lama-sekali untuk menghasilkan sejumlah data yang kami perlukan, sampai-sampai kami sempat tidur dan beli makan malam dulu daripada manyun nggak jelas. Dan kelompokku cukup beruntung karena bisa selesai sekitar pk. 22.00 WIB, sementara kelompok lain ada yang manyun hingga tengah malam 😀

Dengan dua alasan itu, aku dan teman-teman kerap menyebut HPHT (diucapkan ‘hapehate’) sebagai pelesetan dari capehate alias bikin capek hati. Dan ini tak hanya berlaku di praktikum, tapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Kita kerap dibuat pusing dengan tekanan pekerjaan serta setumpuk masalah lainnya. Tekanan hidup ini biasanya membuat tekanan darah jadi tinggi dan temperatur otak dan hati ikut meningkat tajam hingga kita berkata, “rasanya mau meledak aja deh!”. Nah, inilah yang kami sebut dengan kondisi high-pressure-high-temperature alias hapehate 😀

Itulah yang sedang kualami akhir-akhir ini…

Bukan sebuah awal yang baik di tahun yang baru, memang… Kurasa, aku membutuhkan waktu untuk menyepi dari keramaian, introspeksi dan… mencari cara untuk memperoleh kembali kemampuan untuk memaafkan. Memaafkan dia, mereka, juga diriku sendiri.

Itu artinya, aku akan pamit sementara dari dunia blogging. FB pun akan kunonaktifkan. Jadi, mohon maaf jika aku lama tak berkunjung ke blog sahabat sekalian. Semoga masih diberikan-Nya kemudahan bagi kita untuk kembali bersilaturahmi dalam keadaan yang jauh… jauh… lebih baik.

Dan, ya, aku berjanji akan kembali dengan hati yang baru…

Okay, mungkin nggak baru (karena kartu garansinya ga ada :P), tapi setidaknya retakan-retakan dan buteknya sudah jauh berkurang… Insha Allah…

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ
وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa gelisah dan sedih, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat pengecut dan bakhil, dari tekanan hutang, dan kesewenang-wenangan orang.”

Advertisements

13 thoughts on “Hapehate

  1. Midaaa…jangan pergi dariku..
    tapi pergi untuk kembali kan..
    tentunya aku tunggu dirimu kembali

    Semoga Hapehatenya cepat berlalu,
    aku akan merindukanmu say,miss u..
    miss tiket gratisnya pula hahhaa…

  2. Selamat jalan Mida, semoga hidupmu tenang di alam sana … (looh??!! kok komennya gitu sih? Maksudku, tenang di alam yang sejuk dan indah tempat Mida berlibur … 😀 )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s