Up and Down

Do’a akhir tahunku adalah menginginkan adanya perubahan. Ke arah yang lebih baik, tentunya. Tak terpikirkan seperti apa. Hanya saja, aku ingin pindah dari Kota Udang. Ke mana? Tak tahu juga…

Setelah Dede Harun – (the one and only) my partner in crime – mengajukan resign pertengahan Desember lalu dan pindah ke Jakarta, aku sempat down. Tiba-tiba saja meja sebelahku kosong, ga ada yang bisa digangguin lagi, ga bisa manja-manja dan pundung teu puguh lagi, hehe… Dan tiba-tiba saja aku harus mengurus segala tugas yang tertunda sendiri.

Niatku sebenarnya resign bersamaan dengan Harun 🙂 Abisnya, dulu, kami diterima di sini juga hanya bertaut beberapa hari… Kan ceritanya kompak gitu deh… Aku sampai sempat bilang, kalo dia resign duluan aku mw nangis… (Tapi pas dia pamit, aku ternyata ikut happy… Semoga rezekinya di sana lebih baik dan berkah. Amin.)

Di sela-sela membantu sebuah event mahasiswa, aku mulai rajin bergabung dengan dunia jobseeker, sampe tiap hari ngintipin kaskus 😀 Sempat was-was, tak terbayangkan jadi pengangguran… Secara, pekerjaanku saat itu sungguh nyaman, terlalu nyaman malah. Berkutat dengan kegiatan yang kusukai, bisa jalan-jalan gratis, ketemu para pembicara ahli yang hebat, teman-teman yang asik, well-paid pula. Tapi, semuanya mulai membosankan…

Need new challenge adalah alasan basiku setiap mengisi formulir lamaran online di bagian ‘The reason you leave current job’. Sedikit belagu, ya, tapi ada benarnya koq.

Dan begitulah Allah mengabulkan do’aku. Begitu laporan event yang terakhir kuselesaikan, aku dikenalkan juniorku di Jogja dengan seorang temannya. Dan ia menawariku pekerjaan. Ah, ternyata, timing-nya telah diatur oleh-Nya sedemikian rupa… Sempat ga pe-de karena posisinya benar-benar berbeda, bukan lagi tukang sablon seperti dulu 😛 But, hey, u said u need new challenge? Hehe… *termakan omongan sendiri…

Jadi, hari ini aku duduk di ruangan yang baru, meja yang asing, dengan rekan-rekan yang ramah dan jenaka. Tugas pertamaku adalah belajar. Mempelajari proyek yang sedang berlangsung, mendownload software-software yang udah kutinggalkan sejak wisuda 😛  dan di depanku terbentang buku english setebel bantal tentang application development untuk iPad 😀

Astaga… Si tukang sablon sedang belajar jadi programmer… Walaupun, seperti bos baruku bilang, “Aku ga  pengen kamu jadi programmer dan terjebak dengan hal-hal teknis…”.

Aku belum mengerti rencana si bos…

Juga belum memahami sepenuhnya rencana-Nya…

Tapi, aku tahu, aku tengah berada dalam perubahan menuju ke arah yang lebih baik… Insya Allah.

Jadi, apa kabar sahabatku semuanya? 🙂

Advertisements

27 thoughts on “Up and Down

  1. salam kenal….baru kali ini menjejakkan diri… selamat berkarya di tempat yang baru…tidak mudah untuk keluar dari comfort zone….

    *tukeran link yukkk*

  2. Wow … sudah pindah beneran ke Jogja nih? Selamat datang ke kotaku (sekarang kota kita ya 😀 ). Semoga Jogja memberikan kehidupan baru yang penuh harapan bagi Mida. Kapan kita bisa kopdar ya? Pastinya sesudah Mida mulai settle, dan aku sendiri sudah reda dari grabak-grubuk ngejar deadline 🙂

    Sekali lagi, welcome to Jogja, my lovely city …

  3. Setelah sempat komentar di blog Ata tentang keraton Cirebon, akhirnya bisa ke sini juga. Mudah2an cepat beradaptasi di tempat baru ya. Good luck.

  4. aq juga kayanya butuh new chalenge nih mbak..tapi masih belom berani meninggalkan kenyamanan yg aku rasain skg.. 😦

    btw selamat yah mbak buat kerjaan barunya.. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s