Ke Kawaru Yukkk…

Mungkin belum banyak yang mengenal Pantai Kawaru (ada juga yang menuliskannya dengan ‘Kwaru’) di Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Pantai ini sebenarnya masih ‘tetanggaan’ dengan Parangtritis dan Pantai Depok yang lebih dulu ngetop.

Tadinya, aku dan temanku, Achy, agak ragu untuk pergi berdua aja karena kami benar-benar tak tahu jalan menuju ke sana. Berbekal wangsit dari Mbah Gugel dan secarik peta yang digambar sederhana (tapi ternyata cukup komplit) oleh saudaranya Achy, kami pun nekat bermotor-ria ke sana Hari Minggu pagi (Alhamdulillah cuaca cukup cerah).

Ternyata jalannya ga sesulit yang dibayangkan. Kami terlebih dahulu melaju menuju pertemuan Ring Road Selatan dengan Jalan Raya Bantul (bisa diliat di gugelmap). Dari Jalan Bantul, jalannya tinggal luruuuus aja ke selatan (tapi, jauh banget emang, siap-siap bemper jadi rata, deh… :D).

Melewati banyak perempatan dan pertigaan utama (di antaranya perempatan Kasongan, Pemda Bantul dan Srandakan), kami juga dibantu papan petunjuk jalan yang terdapat di setiap persimpangan. Kalau sudah melewati pertigaan Ganjuran, ikuti Jalan menuju Pantai Samas. Namun, hati-hati, setelah itu akan ada pertigaan menuju Pantai Pandan Simo. Nah, buat yang ingin ke Pantai Kawaru, ikuti belokan menuju Pantai Pandan Simo.

Dari pertigaan menuju Pantai Pandan Simo, lagi-lagi, kami tinggal mengikuti jalan. Namun, jalan yang relatif kecil sepertinya ga akan muat dilewati bis berukuran besar. Di depan kami ada tiga buah bis berukuran sedang (kira-kira isinya 27 seat ) – sepertinya sih rombongan dari Purworejo. Begitu di belokan ketemu pick-up jenis Panther, si Panther terpaksa mundur mengalah dulu karena jalannya terlalu sempit.

Nah, di sebuah perempatan, akan ada petunjuk menuju pantai.  Petunjuk jalannya agak kecil, kalo ngebut ga bakalan ngeh deh… (lagipula kebut-kebutan bahaya juga kan…). Ikuti terus jalan ini pelan-pelan. Nanti juga bakal ada petunjuk jalan lagi menuju berbagai Pantai yang ada di sana.Kami, tentu saja terlebih dahulu menuju Pantai Kawaru.

Asiknya di Kawaru, banyak pohon jenis Cemara Udang yang ditanam di pinggir pantai untuk menahan abrasi, jadi suasananya teduh banget. Pantai ini ramai dikunjungi keluarga-keluarga yang menggelar tikar di bawah cemara, bekal makanan dibuka, bercanda akrab sambil menikmati deburan ombak, hmmm…

Achy berpose depan pepohonan Cemara Udang yang bikin adem...

Karena datang agak pagi, sekitar jam 10, beberapa perahu nelayan ada yang baru saja kembali membawa berbagai jenis ikan. Bisa langsung ditawar di situ, lho… Tapi kalo ingin lebih lengkap lagi, di sana juga ada Tempat Pelelangan Ikan. Asal pinter nawar aja…

Dan kayaknya ga afdhol kalo ke Kawaru ga nyobain naik ATV. Tenang aja, mengendarainya cukup mudah koq… Anak kecil aja  bisa 😛 Dan jalur yang dilalui juga teduh. Sewa ATV ini harganya Rp 25.000,00 untuk pemakaian 15 menit.

seru lohhh...

Karena ga bawa bekal makan siang (emang udah niat mau makan seafood segar di situ sih…), kami memesan cumi saus tiram dan udang goreng tepung dari salah satu deretan warung di sana. Sayangnya, si Mbak yang masak seleranya manis, bumbu saus tiramnya terlalu encer dan kurang klop sama lidahku yang lebih suka asin. Jadinya aku lebih sibuk ngabisin udang goreng, hehe…

Setelah shalat Dhuhur, kami melanjutkan perjalanan menuju Pantai Goa Cemara. Di sini ga ada goa. Dinamakan begitu, karena pepohonan Cemara Udangnya tumbuh rapat, jadi membentuk goa. Lucu juga, kesannya jadi ada hutan kecil di pinggir pantai… Di sini airnya lebih kehijauan dan bersih. Kalo Pantai Kawaru sih airnya coklat dan di pasirnya banyak sampah… 😦

di belakang Achy, jalan teduh menuju pantai Goa Cemara

Mungkin karena pantai ini lebih sepi dan lebih “remang-remang” (halah… soalnya pepohonannya kan rapat…), di pantai ini banyak anak muda yang… well… pacaran… Mereka bercengkerama sambil nangkring di cabang-cabang pohon yang cukup rendah… Cieee… Asoy banget dah… Hahaha… 😀

Di sebelah Pantai Goa Cemara, ada lagi Pantai Pandan Sari… Di sini ga banyak yang bisa dilihat. Hanya ada mercu suar (salah satu benda favoritku di muka bumi karena bentuknya yang dramatis :P) dan beberapa petak kebun buah naga.

Pantai terakhir yang kami kunjungi sebelum pulang adalah Pantai Samas. Sepertinya, Pantai ini dulu cukup ramai (terlihat dari banyaknya lapak dan sisa-sisa sampah makanan), namun saat kami ke sana suasananya benar-benar sepi… Beberapa lapak makanan di pinggir pantai tampak kotor tak terurus. Apa mungkin jadi kalah pamor sama Kawaru ya?

Karena sore telah menjelang dan cuaca juga mulai mendung, kami pun pulang menuju Sleman… *penting gitu ya disebutin 😀 Jalan pulang lebih mudah, soalnya dari Pantai Samas tinggal lurus aja ke arah utara. Ga terasa, dalam waktu kira-kira 90 menit, udah nyampe kos lagi…

Sekarang tinggal rajin luluran buat ngilangin gosongnya, hahaha…

Update: ternyata di tiket masuk, ditulisnya Pantai Kuwaru 🙂

Advertisements

45 thoughts on “Ke Kawaru Yukkk…

  1. Pantai Kuwaru … atau Pantai Kawaru …?
    Saya belum pernah mendengar … Apalagi datang kesana …

    Melihat suasana di foto dan cerita yang Mida sajikan …
    sepertinya ini sangat menarik untuk dikunjungi …

    jajaran cemara udang berdahan rendah …
    aaahhh … teduh sepertinya

    Salam saya Mida

  2. aku aja belum pernah ke sana lho Mida…
    hehehe…
    kapan2 deh ngajakin suami ke sana..
    suami sih malah pernah ke sana buat paintball sama temen2 kantornya…

  3. Hm, jadi apa dong nyebutnya, kuwaru, kawaru atau kwaru, Mida? 😉
    Saya jarang banget bisa keliling Jawa Tengah, yang nyaris hafal itu justru Jawa Timur dan sebagian besar Jawa Barat.
    Baca posting ini, jadi aja pengen muter-muter *nggak pusing gitu ya* disana, menikmati indahnya pantai kawaru…
    Thanks silaturahmi dan postingnya, Mida…seneng 😀

  4. wah. .. ijin bookmark .
    kayaknya ane maw kesana. .kebetulan ane orang baru di jogja. .belum bisa kesana. . :d
    bisa jadi tujuan terbaru ke Kawaru !! 😀 . .makasi ya jeng postingnya ..

  5. Kawaru ….. 😕 satu nama pantai lagi yang aku temuin di blog. Kapan2 kalau bisa ke Jogya lagi aku berniat kesana 😆

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  6. Waah … bolak-balik nengok ke sini belum diapdet, tahu-tahu udah ketinggalan aja … 🙂
    Hehe … aku yang seumur-umur tinggal di Yogya malah belum pernah dengar nama Pantai Kuwaru. Kalau Pandan Simo, Parangtritis, Glagah, Samas, sudah pernah semua. Ya, pantai Samas dulu pernah ngetop banget, tapi sekarang sudah kuno, jadul, ketinggalan jaman … Musti ada renovasi dari pemda Bantul untuk menarik minat wisatawan …

  7. Kalau lihat gambar2 pantai, postingan pantai kayaknya enak dan indah gitu ya.. Tapi aku kok ya ndak tertarik blas buat maen ke pantai… Tampak cuman indah di gambar saja…

    Tapi sepertinya menyenangkan ya? Tapii… #labil 😆

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s