When I Said ‘Yes’…

Selepas ujian skripsi, ketika (dengan malasnya) aku wara-wiri di kampus meminta tanda-tangan persetujuan para dosen penguji, ada satu dosen yang biasanya nangkring di warnet kampus. Kebetulan, beliau tak pernah mengajar di kelasku, jadi aku tak tahu seperti apa sifatnya. Tapi, saat menguji sepertinya baik-baik aja, tidak terlihat sadis atau semacamnya. Dan, ya, mudah sekali mendapatkan tanda-tangan beliau, tanpa ribet, tanpa pertanyaan macam-macam, malah diberi bonus senyum lebar…

Siapa sangka, bertahun-tahun kemudian aku ternyata menikahi keponakannya…

Aku tak pernah merencanakan akan menikah tahun ini. Jangankan menikah, membayangkan bisa jatuh cinta lagi saja rasanya sungguh sulit, mengingat kisah yang terakhir penuh dengan rasa sakit yang susah sembuhnya *drama*.

Jadi, ketika dalam kurun waktu 6 bulan tiba-tiba saja aku harus mempersiapkan pernikahan dengan seorang yang kukenal selama 9 tahun sebagai ‘teman-say-hi’, yang ngobrol aja seumur-umur tak pernah lebih dari 5 menit, rasanya agak aneh. Dan jujur, selama beberapa waktu aku sempat ragu. Is he really the one? Mr. Right?

Hanya Allah yang Maha Tahu jawabannya. Maka aku bertanya pada-Nya, lagi dan lagi. Dan kata-kata penolakan yang tadinya sering kupersiapkan setiap bertemu dengannya hilang entah ke mana… Berganti pertanyaan yang terus muncul di kepalaku, “Kenapa kau ingin menolak orang sebaik dia?” Dan entah kenapa sebuah hadits Rasulullah SAW terus terngiang-ngiang…

Jika datang seorang laki-laki kepadamu (untuk melamar), sedang kau tahu ia baik akhlak dan agamanya lalu kau tolak, maka jadilah fitnah buatmu dan kerusakan yang besar,” (HR. Ibnu Majah)

Padahal, sebelumnya aku bahkan tidak hafal hadits ini…

Bertukar saran dengan orang tua dan sahabat pun tak henti kulakukan. Lucunya, berbeda dengan hubungan yang sudah-sudah (ada yang pro dan kontra *halah*), kali ini semua saran justru mengarah pada jawaban: beri dia kesempatan.

Nasihat terbaik dari curhat tentang ‘ketidaksiapanku menikah’ kudapatkan dari Bu Eko, sahabatku yang kini pindah ke pulau seberang. Intinya dia bilang, “Sampai akad nikah pun kita ga akan pernah siap. Menikah bukan hanya sebuah tahapan kehidupan. Menikah itu ibadah. Yang namanya ibadah, ga siap ya harus disiapin, ga khusyu ya harus dibuat khusyu…”.

Uh, dalemmmm…

Sampai kini pun, kadang aku masih merasa tak siap. Apalagi ego-ku yang demikian besar sepertinya agak sulit menerima bahwa kini posisi kapten kapal telah berpindah tangan pada seorang laki-laki yang belum kukenal seutuhnya. Aku tak boleh lagi mengendalikan kapal ini tanpa izinnya.

Tapi satu hal yang aku tahu pasti, aku tak lagi belajar mencintai laki-laki ini. Karena ia telah berhasil membuatku jatuh cinta pada akhirnya. Namun, masih banyak pelajaran lain menanti, dengan ujian yang semakin berat.

Persiapan, meluruskan niat dan mengkhusyu’kan diri dalam ibadah itu memang harus terus dilakukan sepanjang hayat. Termasuk dalam menikah.

Betul?

(Ah, siapalah saya, berani-beraninya menggurui para pembaca tentang masalah pernikahan ini…)

Advertisements

6 thoughts on “When I Said ‘Yes’…

  1. Selamat ya Mida. Senang banget dengar berita bahagia ini.
    Semoga jadi keluarga samara. Amin

    Waaah… Bunda Monda udah komen duluan, padahal saya belom bw, plus tadinya mau diem2 aja di postingan ini, hehe… Amin… Makasih ya Bunda…

  2. “jika datang seorang laki-laki kepadamu (untuk melamar), sedang kau tahu ia baik akhlak dan agamanya lalu kau tolak, maka jadilah fitnah buatmu dan kerusakan yang besar,” (HR. Ibnu Majah)”

    berarti saya harus nikah sekarang dong daripada jadi kersakan yg besar? kekekek kidding mbak..

    Hmm, belum siap menikah tapi kalau ngebayangin indah2nya jadi pengantin baru jadi gimana gitu ;p

    Ihiiirrr… fiya udah ada yang ngelamar yaaa… ^_^
    Jadi pengantin baru itu indahnya cuma 10% koq dek 😀

  3. rahasia jodoh ya mbak? surprize sekali ceritanya… ga nyangka kog bs ya? luar biasa kalo udah nemu jodoh 🙂

    jodoh = misteri illahi yg bikin deg2an, hehe… 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s