Just The Three of Us

Ini sebenarnya rasa yang aneh. Setiap memandang makhluk mungil yang kini hadir di antara kami, semua yang terjadi selama berbulan-bulan ini seperti mimpi yang samar-samar. Tak percaya ia tumbuh di rahimku selama 39 minggu. Tak percaya telah kulalui malam panjang menahan sakit akibat kontraksi dan akhirnya mengerahkan seluruh tenaga dan kepasrahan untuk membuatnya mengirup udara dunia. Tidak, rasanya semua itu tidak terjadi. Bagiku, ia seperti keajaiban yang hadir begitu saja di pangkuan kami.

Dan kehadirannya membuatku kebingungan setengah hidup. Seminggu pertama para eyangnya datang dan menginap untuk menengok cucu terbarunya (ini cucu pertama bagi keluarga suamiku). Kehadiran mereka membuatku masih tidak menyadari bahwa statusku telah berubah menjadi seorang ibu. Aku masih anak bungsu kesayangan yang semua keperluannya selalu terpenuhi.

Saat semua pulang, mendadak aku menyadari, makhluk rapuh ini sangat bergantung padaku. Tanpa bantuan orang tua, tanpa bantuan saudara, tanpa asisten rumah tangga dan tanpa pengasuh, dunia rasanya jadi jungkir balik bagiku. Aku tergagap-gagap mempelajari semuanya, membagi waktu untuk urusan rumah dan anakku. Tak ada lagi waktu untuk diri sendiri. Seharian hanya dihabiskan untuk mengerti, apa yang seharusnya dilakukan agar bayi ini tetap tenang.

Dua minggu pertama ASI-ku masih belum lancar hingga anakku sering menangis kelaparan. Setiap kali kami menyuapinya sesendok demi sesendok dengan susu formula, aku merasa tak berarti dan tak berdaya sebagai seorang ibu. Ini membuatku stress. Dan semakin aku stress, semakin sulit ASI keluar. Seperti lingkaran setan.

Hanya mukjizat saja yang membuat aku dan suamiku bisa bertahan merawat keajaiban ini berdua saja. Jangan ditanya, lelahnya luar biasa, lahir batin. Tapi keteguhan suamiku yang optimis membuatku semakin tenang dari waktu ke waktu. Ia rela mengerjakan urusan rumah –dari mencuci popok hingga memasak sayur untukku– sebelum berangkat kerja. Ia rela menyuapiku makan sementara aku hanya bisa duduk tak berdaya dengan 22 jahitan (yang lama bangeud sembuhnya) sambil menyusui putera kami. Ia rela jam kerjanya terpotong hanya karena aku sms memintanya pulang. Sungguh, saat suamiku akhirnya bisa istirahat, aku sering memandang wajahnya yang kelelahan sambil menahan tangis. Semoga Allah selalu memberkahimu, Suamiku…

Dan semoga kami selalu diberi kekuatan, kesabaran dan keikhlasan dalam merawat putera kami. Semoga semuanya baik-baik saja. Insya Allah semua akan baik-baik saja.

Advertisements

7 thoughts on “Just The Three of Us

  1. Puji Tuham diberi suami siaga ya mb…
    Pasti bisa melalui kesulitan berdua dengan besarnya pengertian di antara kalian berdua. Semangat!! Salam untuk si kecil… πŸ™‚

    Iya, alhamdulillah. Semoga kelak Tt juga diberkahi dengan suami yang baik ya, amin… πŸ˜‰

  2. Bahagia dan senang tentunya memiliki suami yang siap siaga, terutama semuanya dilakukan dengan rasa kasih sayang yang tulus ya Mba.

    Sukses selalu
    Salam
    Ejawantah’s Blog

    Betul, Mas, kasih sayang tulus insya Allah bisa mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi bersama πŸ™‚

  3. Mida, selamat ya..atas kelahiran putra tersayang…alhamdulillah bisa berdua kerja sama merawatnya…
    bahagia banget pastinya

    Makaci Bunda Monda… iya, bahagianya (juga cemasnya) ga bisa diwakilkan dengan kata-kata, hehe… alhamdulillah diberi amanah, semoga kami bisa terus merawat dan mendidiknya dengan baik, amin…

  4. Midaaaaaaa…
    gimana kabarnyaaaaaa????
    Lama gak berkunjung ternyata sudah punya dedek bayi aja niiiih….

    Selamat yah Midaaaaa πŸ™‚
    Selamat begadaaaaang…hihihi…

    kecup sayang buat si dedek πŸ™‚

    Alhamdulillah baeeekkk… Begadangnya udah berkurang koq, Teh πŸ™‚
    Makaci ya, kecup balik dari emaknya si dedek, hehehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s